Sunday, August 30, 2015

Manfaat Penerapan ISO 9001


Hampir di setiap kesempatan mengisi training pengenalan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, pimpinan puncak atau stakeholder pasti menanyakan apamanfaat penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 untuk mereka selaku pimpinan puncak dan penentu kebijakan. Ini dikarenakan mereka memahami bahwa ISO 9001 hanya sekedar membenahi administrasi perusahaan saja. Padahal, jika penerapan ISO 9001 bisa dioptimalkan, ISO 9001 akan menjadi alat yang.  Bila ditanya demikian, biasanya, Saya akan balik bertanya: ” Baik, Bapak direktur yang terhormat.. Apakah kinerja perusahaan Bapak tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu?”.  Kebanyakan mereka akan terdiam dan berpikir, parameter apa yang akan mereka gunakan dalam rangka mengukur kinerja perusahaan.  Pada akhirnya, hanya sebagian yang bisa menjawab,  meskipun satu-satunya parameter yang diandalkan hanyalah seputar uang dan uang.
Ya! Meski kita tidak mengesampingkan pentingnya keuntungan dalam berbisnis, akan tetapi apakah sah bila kita mengukur kinerja perusahaan hanya dari sales revenue yang meningkat? Padahal, peningkatan pendapatan dari tahun ke tahun didukung dengan banyak faktor dan tidak melulu soal kinerja yang meningkat. Betapa banyak perusahaan yang tata kelola administrasinya biasa-biasa saja, tidak berubah dari tahun ke tahun, namun keuntungannya meningkat dari tahun ke tahun yang lebih disebabkan karena kesuksesan tim marketing atau ada faktor lain di luar perusahaan yang sedang bagus seperti iklim ekonomi yang kondusif, meningkatnya daya beli masyarakat, dan sebagainya. Artinya, menjadikan peningkatan pendapatan sebagai satu-satunya parameter penilaian kinerja perusahaan tidaklah Adil. Karena perusahaan bukan cuma marketing, tapi ada divisi sdm, operasional, produksi, gudang, dan divisi lain sebagai satu kesatuan.
Sistem manajemen mutu ISO 9001 setidaknya menyediakan 5 parameter yang bisa digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan. Kelima parameter  tersebut adalah:
1. Survey Kepuasan Pelanggan
Mengabaikan kepuasan pelanggan sama artinya membiarkan perusahaan di tepi jurang kehancuran. Banyaknya pesaing yang bermunculan, menuntut perusahaan untuk bisa memberikan produk atau pelayanan yang memiliki nilai tambah dibanding perusahaan pesaing. Oleh karena itu, ISO 9001 mewajibkan perusahaan untuk melakukan survey kepuasan pelanggan secara berkala demi mengetahui kualitas produk atau pelayanan kita di mata pelanggan.  Dengan mengadakan survey, perusahaan bisa mengetahui strength dan weakness point perusahaan sehingga perusahaan bisa berbenah. Dengan membandingkan hasil survey tiap tahunnya, tentu perusahaan dapat membandingkang kinerja dari tahun ke tahun.
2. Keluhan Pelanggan
Parameter kedua yang bisa digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan adalah keluhan pelanggan. ISO 9001 mewajibkan perusahaan untuk mencatat, menindaklanjuti, dan memonitor  keluhan pelanggan. Dengan begitu, perusahaan dapat dengan mudah mengevaluasi kinerja perusahaannya dan memberikan perbaikan yang memuaskan bagi pelanggan. Keluhan yang ditindaklanjuti sama saja membiarkan pelanggan setia Anda meninggalkan Anda.
3. Audit Internal
Tidak ada yang menjamin sistem yang Anda rancang dengan baik di awal akan berjalan mulus ketika sudah sampai pada level pelaksana. Oleh karena itu, konsep PDCA (Plan-D0-Check-Action) sangat penting untuk diterapkan. ISO 9001 mewajibkan perusahaan melakukan kegiatan audit internal sebagai bentuk pelaksanaan “Check” dari konsep PDCA.  Dengan melakukan audit internal, akan diketahui masalah apa yang sering dialami oleh masing-masing divisi termasuk divisi mana yang paling banyak bermasalah. Dengan demikian, perbaikan sistem dapat dilakukan secara menyeluruh.
4. Pengendalian Produk Tidak Sesuai
Selama menjadi konsultan ISO untuk beberapa perusahaan, seringkali penulis mendapati pimpinan puncak yang hanya memikirkan hasil dan hasil. Baginya yang terpenting adalah target produksinya tercapai dan sampai tepat waktu di tangan pelanggan. Tidak peduli untuk mencapai target, berapa banyak barang reject yang dihasilkan dan pengulangan pekerjaan yang dilakukan. Hasilnya, produktifitas sangat jauh dari kata efisien. Sikap semacam ini tentu membuang banyak waktu, biaya, dan tenaga. ISO 9001 mewajibkan perusahaan  membuat standar mutu produk untuk kemudian dibuatkan standar pemeriksaan produk. Ini harus dilakukan untuk memastikan produk yang dihasilkan benar-benar telah sesuai dengan spesifikasi yang diperyaratkan baik oleh perusahaan, regulasi, maupun pelanggan. Dengan menetapkan standar ini, pelaksana di lapangan dapat dengan mudah menetapkan mana produk yang lulus pemeriksaan dan yang ditolak. Selain itu, ISO 9001 juga mewajibkan untuk mencatat dan melaporkan semua jenis ketidaksesuaian produk untuk kemudian direkapitulasi dan dianalisis agar bisa diketahui berapa persen efesiensi produksi.
5. Pencapaian Sasaran Mutu
Sasaran mutu adalah target kerja yang ditetapkan untuk setiap divisi. Biasanya, perusahaan yang belum menerapkan sistem manajemen dengan baik cenderung hanya memberikan target untuk divisi tertentu saja, terutama divisi yang “menghasilkan uang” atau “menghabiskan uang”. Sebut saja misalnya divisi sales / marketing dan divisi produksi. Divisi lain apalagi divisi supporting seperti HRD/SDM/Personalia dan Purchasing dibiarkan bekerja tanpa target! Sedangkan ISO 9001 mewajibkan pimpinan puncak untuk menetapkan target untuk seluruh divisi. Karena perusahaan wajib memandang seluruh divisi yang ada sebagai satu kesatuan yang semuanya memiliki sumbangsih dalam memajukan perusahaan.
Dengan membandingkan 5 parameter di atas, maka manajemen puncak dapat mengukur kinerja perusahaannya secara meyakinkan. Seorang Direktur atau CEO dapat dengan meyakinkan berkata, “Melihat sales revenue yang meningkat, hasil survey kepuasan yang meningkat, penurunan keluhan pelanggan yang signifikan, temuan audit internal yang semakin sedikit, efesiensi produksi yang semakin bagus, dan pencapain target yang hampir 100%, maka Saya menilai kinerja tahun 2013 jelas lebih baik dibanding 2012!”.  Demikianlah artikel singkat kami tentang manfaat penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 untuk pimpinan puncak. Semoga bermanfaat!
Untuk mendapatkan informasi dan Training ISO 9001 yang diselenggarakan di Indonesia, anda bisa mendapatkan infonya melalui kontak:
http://iso9001trainingmodul.blogspot.com/

Note: Tulisan ini di ambil dan di ketik ulang dari berbagai sumber.


Baca artikel lainnya:

  1. Definisi dan Pengertian ISO 9001
  2. Sejarah ISO 9001
  3. Bidang Industri Aplikasi ISO 9001
  4. Aplikasi dan Penerapan ISO 9001 
  5. Manfaat Penerapan ISO 9001

Monday, August 24, 2015

PROSES APLIKASI DAN PENERAPAN ISO 9001


Pelaksanaan ISO dalam perusahaan produksi seringkali memberikan penilaian yang siginifikan dalam perusahaan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, dengan kata lain faktor keberhasilan penerapan ISO manajemen mutu ini bisa dijalankan oleh perusahaan secara menyeluruh dan tepat. Sistem manajemn mutu yang dijalankan dalam beberapa prinsip  tahapan penerapan ISO sesuai dengan siklus PDCA.


Apa itu siklus PDCA? Siklus PDCA adalah siklus perjalanan implementasi produksi perusahaan yang dimulai dari perencanaan, pengerjaan, pemeriksaan dan tindakan. Inilah siklus yang akan dijadikan pendekatan dalam proses penerapan sistem manajemen mutu perusahaan.

Kriteria Perusahaan yang Masuk ISO 9001 : 2008 Berbicara mengenai kriteria dalam penerapan ISO 9001 : 2008 ini tentunya sudah ada ketetapan khusus yang dijalankan dalam proses pengajuan perusahaan. Adapun perusahaan yang bisa masuk dalam kriteria pengajuan proses sertifikasi ISO 9001 : 2008 ini diantaranya yaitu :

a. Perusahaan yang bisa membangun atau mengimplementasikan sistem manajemen mutu

Inilah yang mendukung perusahaan untuk bisa menjalankan standar penilaian ISO yang dijadikan label dalam pemerolehan standar ISO 9001 : 2008.Tidak mungkin rasanya jika perusahaan yang saat ini tidak memiliki kemampuan bekal manajemen mutu bisa melakukan persyaratan ISO yang harus dilakukan secara menyeluruh tanpa syarat. Untuk itulah, tentukan dulu kemampuan sistem manajemen mutu perusahaan, lalu anda bisa langsung melakukan penerapan ISO 9001 : 2008 dengna berhasil tanpa hambatan yang menghalangi secara siginifikan.

b. Perusahaan yang akan melakukan efektifitas kinerja dari sistem manajemen mutu perusahaannya
Perkembangan perusahaan dalam penjaminan mutu produknya banyak dipengaruhi oleh kemauan atau kesadaran perusahaan.
Untuk itulah, anda selaku manager atau direktur perusahaan ada baiknya membutuhkan kepastikan pemikiran tentang upaya peningkatan efektifitas penjaminan mutu perusahaan. Jika anda tertarik untuk melaksanakannya maka anda bisa langsung mengupayakan implementasi ISO 9001 : 2008.

c. Perusahaan yang ingin meningkatkan kepuasan pelanggan
Banyak orang yang mengatakan bahwa besarnya perusahaan didukung oleh kepuasan konsumen yang menggunakan produknya baik dalam bentuk bahan mentah maupun barang jadi. Disinilah peran anda selaku perusahaan yang ingin meningkatkan kepuasaan pelanggan, anda seharusnya memiliki neraca penilaian khusus yang menjamin kepuasan pembelian produk konsumen anda.

d. Perusahaan yang ingin mencari pengakuan internasional
Pengakuan atas manajemen mutu produknya banyak diupayakan oleh perusahaan produksi. Hal ini dilakukan sebagai upaya kredibitas atau upaya pembentuk kepercayaan pelanggan sehingga kualitas produk yang dihasilkannya dapat dipasarkan dengan optimal pada seluruh konsumen tanpa keraguan atau pertanyaan kecurigaan dari pembeli. Disisi lain, komoditi yang lulus sertifikasi ISO juga akhirnya bisa dipasarkan secara mendunia tanpa batas.

Manfaat Label ISO bagi Perusahaan
Faktor keberhasilan implementasi ISO dalam perusahaan dapat dirasakan oleh perusahaan melaui manfaat ISO bagi perusahaan. Adapun manfaat ISO 9001 : 2008 yang dapat dirasakan oleh perusahaan setelah penerapan ISO ini diantaranya yaitu :
a. Kualitas produk, pelayanan produk dan proses pembuatan produk diakui oleh konsumen secara mendunia sehingga dapat dibedakan dengan perusahaan lainnya.
b. Sistem manajemen mutu dari produksi perusahaan dapat dinilai dan dipantau dari segi kinerja sehingga lebih optimal untuk dijalankan
c. ISO 9001 dapat membantu perusaahaan utnuk melakukan pendekatan proses produksi yang tepat, peningkatan kepuasan konsumen, serta kelayakan konsumsi yang diakui oleh dunia.

Apakah anda ingin menerapkan segala manfaat tersebut pada perusahaan anda? jika itulah yang sedang anda harapkan maka anda dapat langsung melakukan / menerapkan ISO 9001 dengan benar sehingga faktor keberhasilan penerapan sistem manajemen mutu dapat mendatangkan manfaat bagi perusahaan anda.

Untuk mendapatkan informasi dan Training ISO 9001 yang diselenggarakan di Indonesia, anda bisa mendapatkan infonya melalui kontak:

http://iso9001trainingmodul.blogspot.com/

Note: Tulisan ini di ambil dan di ketik ulang dari berbagai sumber.


Baca artikel lainnya:

  1. Definisi dan Pengertian ISO 9001
  2. Sejarah ISO 9001
  3. Bidang Industri Aplikasi ISO 9001
  4. Proses aplikasi dan Penerapan ISO 9001 
  5. Manfaat Penerapan ISO 9001


Bidang Industri Aplikasi ISO 9001

Bidang Industri Aplikasi ISO 9001
Sejauh mana, suatu organisasi penyedia jasa membutuhkan penerapan dan implementasi yang tepat dalam kegiatan ISO 9001:2008.  Apa hanya sebatas pada kebutuhan terhadap kebutuhan dan pengembangan dari order atau tendeer saja, atau lebih dari lainnya.  Banyak perusahaan melihat ISO hanya pada sebatas kebutuhan tersebut tanpa melihat pada konsep pengembangan dan pengelolaan organisasi sebagai bentuk dari implementasi sistem hanya sebatas pada persyaratan tender semata.
Salah satu prinsip menarik yang dulu diketahui oleh banyak kalangan profesional, bahwa ISO hanya sekedar pemahaman untuk kebutuhan industri manufacturing belakang bukan untuk kebutuhan suatu perusahaan general.  Padahal konsep ISO 9001:2008 itu sendiri sangat terkait dengan seluruh jenis organisasi baik itu untuk kebutuhan perusahaan jasa kecil yang hanya terdiri atas proses yang sangat sederhana.  Apakah perlu bagi perusahaan jasa untuk melakukan proses implementasi terhadap sistem ISO 9001:2008, atau hanya dibutuhkan pada perusahaan manufacturing saja?
Tersedia hal yang sangat unik dalam proses implementasi ISO 9001:2008 pada perusahaan jasa, mengingat bagaimana proses adaptasi klausul dijalankan untuk proses pengembangan sistem tersebut.  Langkah awal yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan untuk melakukan proses implementasi ISO 9001:2008 pada perusahaan jasa yang dimilikinya adalah mencari referensi yang tepat mengenai penerapan standar ISO 9001:2008 pada industri jasa.  Caranya? Bisa dilakukan dengan melakukan proses melihat referensi yang ada seperti membeli buku, atau mengikuti pelatihan dan konsultasi.  Khusus dalam mengikuti pelatihan, apabila usaha di perusahaan Anda adalah suatu jasa unik yang tidak dimiliki oleh setiap perusahaan maka langkah yang tepat adalah menginformasikan terlebih dahulu kepada penyedia jasa mengenai keunikan bisnis Anda agar konsulan/ provider pelatihan tersebut bisa secara tepat memberikan contoh-contoh pada saat pelatihan.  Kalaupun perusahaan Anda membutuhkan suatu pengembangan dalam teknik konsultasi tertentu, cara yang paling tepat untuk mengoptimalkan adalah dengan melakukan proses evaluasi terhadap konsultan yang menjadi kandidat.  Cara pemilihan dilihat pada latar belakang pendidikan konsultan, periksa CV dari konsultan yang dimaksud, melakukan proses pemeriksaan terhadap daftar klien dari konsultan yang tersebut.

Untuk mendapatkan informasi dan Training ISO 9001 yang diselenggarakan di Indonesia, anda bisa mendapatkan infonya melalui kontak


http://iso9001trainingmodul.blogspot.com/



Note: Tulisan ini di ambil dan di ketik ulang dari berbagai sumber.



Baca artikel lainnya:

  1. Definisi dan Pengertian ISO 9001
  2. Sejarah ISO 9001
  3. Bidang Industri Aplikasi ISO 9001
  4. Proses aplikasi dan Penerapan ISO 9001 
  5. Manfaat Penerapan ISO 9001

Sejarah ISO 9001

ISO berasal dari kata Yunani ISOS yang berarti sama, kata ISO bukan diambil dari singkatan nama sebuah organisasi walau banyak orang awam mengira ISO berasal dari International Standard of Organization, sama sekali BUKAN. ISO 9001 merupakan standard international yang mengatur tentang sistem management Mutu (Quality Management System), oleh karena itu seringkali disebut sebagai “ISO 9001, QMS”adapun tulisan 2008 menunjukkan tahun revisi, maka ISO 9001:2008 adalah system manajemen mutu ISO 9001 hasil revisi tahun 2008. Pertanyaan berikut yang muncul, apakah ISO sering mengalami revisi ? jawabnya : YA. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, terutama semakin luasnya dunia usaha, maka kebutuhan akan pengelolaan system manajemen mutu semakin dirasa perlu dan mendesak untuk diterapkan pada berbagai scope industry yang semakin hari semakin beragam. Versi 2008 ini adalah versi terbaru yang diterbitkan pada Desember 2008 lalu.
Organisasi pengelola standard international ini adalah International Organization forStandardization yang bermarkas di Geneva – Swiss, didirikan pada 23 February 1947,kini beranggotakan lebih dari 147 negara yang mana setiap negara diwakili oleh badan standardisasi nasional (Indonesia diwakili oleh KAN)
Marilah kita setback sebentar pada bagaimana sejarah ISO 9001 ada hingga revisi terakhir tahun 2008.
Sejarah ISO dimulai dari dunia militer sejak masa perang dunia II. Pada tahun 1943,pasukan inggris membutuhkan sekali banyak amunisi untuk perang sehingga untuk
kebutuhan ini dibutuhkan banyak sekali supplier. Sebagai konsekuensinya, maka demi kebutuhan standarisasi kualitas, mereka merasa perlu untuk menetapkan standar seleksi supplier. Selanjutnya, 20 tahun kemudian perkembangan standarisasi ini menjadi semakin dibutuhkan hingga pada tahun 1963, departemen pertahanan Amerika mengeluarkan standar untuk kebutuhan mliter yaitu MIL-Q-9858A sebagai bagian dari MIL-STD series. Kemudian standar ini diadopsi oleh NATO menjadi AQAP-1 (Allied Quality Assurance Publication-1) dan diadopsi oleh mliter Inggris sebagai DEF/STAN 05-8.
Seiring dengan kebutuhan implementasi yang semakin kompleks, maka DEF/STAN 05-8dikembangkan menjadi BS-5750 pada tahun 1979.
Atas usulan American National Standard Institute kepada Inggris, maka pada tahun1987 melalui International Organization for Standardization, standard BS-5750 diadopsisebagai sebuah international standard yang kemudian dinamai ISO 9000:1987. Ada 3 versi pilihan implementasi pada versi 1987 ini yaitu yang menekankan pada aspekQuality Assurance, aspek QA and Production dan Quality Assurance for Testing.Concern utamanya adalah inspection product di akhir sebuah proses (dikenal denganfinal inspection) dan kepatuhan pada aturan system procedure yang harus dipenuhi secara menyeluruh.
Pada perkembangan berikutnya, ditahun 1994, karena kebutuhan guaranty quality bukan hanya pada aspek final inspection, tetapi lebih jauh ditekankan perlunya prosespreventive action untuk menghindari kesalahan pada proses yang menyebabkan ketidak sesuaian pada produk. Namun demikian versi 1994 ini masih menganut system procedure yang kaku dan cenderung document centre dibanding kebutuhan organisasi yang disesuaikan dengan proses internal organisasi. Pada ISO 9000:1994 dikenal 3 versi, yaitu 9001 tentang design, 9002 tentang proses produksi, dan 9003 tentang services.
Versi 1994 lebih fokus pada proses manufacturing dan sangat sulit diaplikasikan padaorganisasi bisnis kecil karena banyaknya procedure yang harus dipenuhi (sedikitnya ada 20 klausa yang semuanya wajib di dokumentasikan menjadi procedure organisasi). Karena ketebatasan inilah, maka technical committee melakukan review atas standard yang ada hingga akhirnya lahirlah revisi ISO 9001:2000 yang merupakan penggabungan dari ISO 9001, 9002, dan 9003 versi 1994.
Pada versi tahun 2000, tidak lagi dikenal 20 klausa wajib, tetapi lebih pada proses business yang terjadi dalam organisasi. Sehingga organisasi sekecil apapun bisa mengimplementasi system ISO 9001:2000 dengan berbagai pengecualian pada proses bisnisnya. Maka dikenallah istilah BPM atau Business Process Mapping, setiap organisasi harus memertakan proses bisnisnya dan menjadikannya bagian utama dalam quality manual perusahaan, walau demikian ISO 9001:2000 masih mewajibkan 6 procedure yang harus terdokumentasi, yaitu procedure control of document, control of record,
Control of Non conforming Product, Internal Audit, Corrective Action, dan Preventive Action, yang semuanya bisa dipenuhi oleh organisasi bisnis manapun.
Pada perkembangan berikutnya, versi 2008 lahir sebagai bentuk penyempurnaan atas revisi tahun 2000. Adapun perbedaan antara versi 2000 dengan 2008 secara significant lebih menekankan pada effectivitas proses yang dilaksanakan dalam organisasi tersebut. Jika pada versi 2000 mengatakan harus dilakukan corrective dan preventive action, maka versi 2008 menetapkan bahwa proses corrective dan preventive action yang dilakukan harus secara effective berdampak positif pada perubahan proses yang terjadi dalam organisasi. Selain itu, penekanan pada control proses outsourcing menjadi bagian yang disoroti dalam versi terbaru ISO 9001 ini.
Untuk mendapatkan informasi dan Training ISO 9001 yang diselenggarakan di Indonesia, anda bisa mendapatkan infonya melalui kontak:
http://iso9001trainingmodul.blogspot.com/

Note: Tulisan ini di ambil dan di ketik ulang dari berbagai sumber.

Baca artikel lainnya:

  1. Definisi dan Pengertian ISO 9001
  2. Sejarah ISO 9001
  3. Bidang Industri Aplikasi ISO 9001
  4. Aplikasi dan Penerapan ISO 9001 
  5. Manfaat Penerapan ISO 9001

Definisi dan Pengertian ISO 9001

Pada tahun 1987 Committee of the International Organization for Standardization (IOS) yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss, mengeluarkan Standard Mutu International. Standard ini adalah ISO 9000 series     yang termasuk di dalamnya adalah ISO 9001, 9002, 9003 dan 9004. Standard ini kemudian direvisi pada     tahun 1994 dan setelah 6 tahun direvisi kembali menjadi IS0 9001 versi 2008
ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu (SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu organisasi internasional di bidang standardisasi. ISO 9000 pertama kali dikeluarkan pada tahun 1987 oleh International Organization for Standardization Technical Committee (ISO/TC) 176. ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk standar-standar sistem manajemen mutu.ISO/TC 176 menetapkan siklus peninjauan ulang setiap lima tahun, guna menjamin bahwa standar-standar ISO 9000 akan menjadi up to date dan relevan untuk organisasi. Revisi terhadap standar ISO 9000 telah dilakukan pada tahun 1994 dan tahun 2000.
  • adanya satu set prosedur yang mencakup semua proses penting dalam bisnis;
  • adanya pengawasan dalam proses pembuatan untuk memastikan bahwa sistem menghasilkan produk-produk berkualitas;
  • tersimpannya data dan arsip penting dengan baik;
  • adanya pemeriksaan barang-barang yang telah diproduksi untuk mencari unit-unit yang rusak, dengan disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan;
  • secara teratur meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri.
Sebuah perusahaan atau organisasi yang telah diaudit dan disertifikasi sebagai perusahaan yang memenuhi syarat-syarat dalam ISO 9001 berhak mencantumkan label "ISO 9001 Certified" atau "ISO 9001 Registered".
Sertifikasi terhadap salah satu ISO 9000 standar tidak menjamin kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan. Sertifikasi hanya menyatakan bahwa bisnis proses yang berkualitas dan konsisten dilaksanakan di perusahaan atau organisasi tersebut.
Walaupan standar-standar ini pada mulanya untuk pabrik-pabrik, saat ini mereka telah diaplikasikan ke berbagai perusahaan dan organisasi, termasuk perguruan tinggi dan universitas.

Untuk mendapatkan informasi dan Training ISO 9001 yang diselenggarakan di Indonesia, anda bisa mendapatkan infonya melalui kontak:
http://iso9001trainingmodul.blogspot.com/

 Note: Tulisan ini di ambil dan di ketik ulang dari berbagai sumber

Baca artikel lainnya:
  1. Definisi dan Pengertian ISO 9001
  2. Sejarah ISO 9001
  3. Bidang Industri Aplikasi ISO 9001
  4. Aplikasi dan Penerapan ISO 9001 
  5. Manfaat Penerapan ISO 9001